Mansyur Demo Anti Israel

•11 Januari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

demo4Senang sekali saya ketemu Mansyur Alkatiri setelah sekian tahun berpisah.
Dan yang mempertemukan kami adalah keprihatinan yang sama terhadap rakyat Palestina.

Kami sama-sama ikutan demo solidaritas Pelestina di depan Kedutaaan Besar Arab Saudi Senin siang. Demo yang digalang Mansyur, Geis Chalifah, Cholid Muhammad, dkk itu dihadiri sekitar hampir 100 orang.

Kenapa mendemo Kerajaan Arab Saudi–dan tidak ke kedutaan Amerika Serikat?

“Kita tahu Amerika memang bangsat! Kalau di demo pun mereka tetap bangsat!
Kita ke sini karena kerajaan Arab Saudi seperti tidak peduli pada nasib rakyat
Palestina. Padahal mereka, bersama negara-negara Arab lain bisa menggunakan
kekuatannya mencegah agresi Israel. Tetapi mereka diam saja!,” demikian
teriak Mansyur Alkatiri dalam orasinya (lihat gayanya di foto).

Menggetarkan!

Ternyata Mansyur jago orasi di depan massa. Melihat dia berpidato
hilang sudah kesan gemulai Mansyur dalam berzapin ria di malam-malam
deadline di majalah Ummat dulu.:-)

Saya yang didapuk berpidato pun, tergagap-gagap. Kalah jauh dibanding Mansyur.
Ini juga membuktikan, kader HMI MPO tak berkutik di depan kader Al Irsyad,
hehehehe….

Ikut orasi juga Anies Baswedan, Cholid Muhammad, Geis, Fajrul Rahman, eksponen
Kontras, eksponen mahasiswa, dll.

Saya membayangkan, kapan ya kader-kader UMMAT turun ke jalan
menunjukkan soldiratitas kepada rakyat Palestina. Kita punya banyak
orator: SYK, Edi, ARG, MSA, HB, FG, Andrinof, JDR, Yadi Sastro, dll.

Laporan : Tulus Wijanarko

sepatu buat bush

•20 Desember 2008 • 1 Komentar

Bushdua juta rakyat Irak yang mati
kini menjelma sepatu
yang ingin mencium mukamu, Bush

kau menolak ciuman itu
kau memalingkan wajahmu, Bush
karena yang ingin menciummu
hanyalah sepatu
hanya sepatu!

apa yang berharga pada wajahmu, Bush?
hingga sepatu demikian bernafsu
untuk menciummu
dan mungkin menidurkanmu
selama-lamanya

apa yang berharga dari kekuasaanmu, Bush?
kalau pada akhirnya
kado yang terbaik untukmu hanyalah sepatu
yang akan melekat di wajahmu
di wajahmu!

dua juta rakyat Irak yang mati
oleh pasukan yang kau kerahkan ke ladang minyak itu
kini menjelma sepatu
yang meruntuhkan harga dirimu
sebagai seorang laki-laki.

Citayam, Desember 2008
Asep Sambodja

[http://puisiindonesiamodern.blogspot.com/2008/12/sepatu-buat-bush.html]

sumber foto; funfunonly

Yadi Sastro: Habis Puasa Terbitlah Cinta

•19 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

yadiibangkonRamadhan pergi dan apakah yang tersisa
Adakah jejak-jejak membekas di dalam kalbu kita
Jika kita termasuk para pencari Tuhan, sudahkah menemukan-Nya?

Bukan semata-mata menahan lapar dan dahaga
Puasa itu membebaskan jiwa
Puasa itu membuang iri dengki
Puasa itu membersihkan caci maki
Puasa itu memaafkan…
Memaafkan yang tidak diiringi keangkuhan Continue reading ‘Yadi Sastro: Habis Puasa Terbitlah Cinta’

Dhorifi Zumar : Pentingnya Ekonomi Kreatif bagi Indonesia

•14 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

dorifiSejak tiga tahun terakhir istilah “ekonomi kreatif” dan atau “industri kreatif” mulai marak. Utamanya sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut pentingnya pengembangan ekonomi kreatif bagi masa depan ekonomi Indonesia. Ajakan Presiden agar kita mulai memperhatikan ekonomi kreatif yang memadukan ide, seni dan teknologi memang cukup beralasan, mengingat ekonomi kreatif merupakan tuntutan perkembangan dunia di abad ke-21 ini. Continue reading ‘Dhorifi Zumar : Pentingnya Ekonomi Kreatif bagi Indonesia’

Abd Rohim Ghazali :Membaca Langkah Politik PAN

•14 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

rohimTanggal 23 Agustus 2007, Partai Amanat Nasional (PAN) genap berusia sembilan tahun. Ada dua pertanyaan layak diajukan: (1) mengapa PAN menarik dukungan terhadap pemerintah, dan (2) kalau memang demikian, mengapa dua menteri PAN yang membantu pemerintah tidak ditarik sehingga tidak mengesankan sikap mendua? Jawaban atas dua pertanyaan ini anggap saja sebagai kado ulang tahun. Continue reading ‘Abd Rohim Ghazali :Membaca Langkah Politik PAN’

Chaidir Anwar Tanjung :Tanpa Beer, Mantra Sutardji Masih Memukau

•14 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

haidirPekanbaru,Meskipun tanpa Beer seperti kebiasaannya, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, tetap tampil prima dalam membacakan sajak meskipun dusianya sudah mencapai 67 tahun.

Dengan gaya yang khas, parau dan bergetar, namun lompatan-lompatan ucapannya tetap bening, memukau ratusan penonton. Kata demi kata yang dibacanya sebanyak 30 judul dalam kumpulan sajak terbarunya “Atau Ngit Cari Agar’’ setelah “O,Amuk, Kapak”, telah menghanyutkan alam fikiran dan ijinasi penonton. Continue reading ‘Chaidir Anwar Tanjung :Tanpa Beer, Mantra Sutardji Masih Memukau’

Tulus Wijanarko : Fenomena Laskar Pelangi

•14 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

ilus_tulusTidak banyak karya sinema di negeri ini yang bisa dipertanggung
jawabkan secara estetik, sekaligus pada saat yang sama mampu
memberikan inspirasi kepada khalayak penontonnya. Film Laskar
Pelangi adalah salah satu dari yang sedikit itu. Film ini sangat enak
ditonton. Tetapi ia akan jauh lebih bernilai jika sejumlah kearifan
yang tersimpan didalamnya dijadikan inspirasi untuk bekerja lebih
keras menghadapi persoalan riil.
Continue reading ‘Tulus Wijanarko : Fenomena Laskar Pelangi’

Luthfi Assyaukanie : Perang Pemikiran (The Battle of Thought)

•14 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

luthfiIstilah “ghazwul fikri” sangat populer di kalangan kelompok pergerakan Islam.Istilah ini berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti “perang pemikiran.” Tak jelas siapa yang pertama kali menggunakannya. Karya-karya Sayyid Qutb, Muhammad Qutb, Said Hawwa, dan para ideolog Ikhwanul Muslimin kerap menggunakan istilah ini dengan semangat “perang salib.” Continue reading ‘Luthfi Assyaukanie : Perang Pemikiran (The Battle of Thought)’

Farid Gaban : Tempo Membayar Utang dan Berutang Lagi

•14 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada Oktober 2005, teman saya Andreas Harsono mengirim sebuah berita Majalah Tempo ke Milis Pantau-Komunitas. Judul berita itu: “Confessions of a Freelance Mujahid”. Berita itu seolah-olah berisi pengakuan seorang teroris bernama Abdullah Sunata yang punya rencana membunuh tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar-Abdalla. Continue reading ‘Farid Gaban : Tempo Membayar Utang dan Berutang Lagi’

Hamid Abidin : Potensi dan Ironi Zakat

•12 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

870c1

Penyaluran zakat secara massal kembali menjadi sorotan setelah terjadinya insiden pembagian zakat yang menelan 21 korban jiwa di Pasuruan, Jawa Timur. Insiden ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Namun, pola penyaluran zakat secara massal ini tampaknya masih diminati masyarakat. Menteri Agama Maftuh Basyuni, seperti dikutip banyak media, menyatakan insiden Pasuruan ini tak perlu terjadi seandainya H Syaikhon sebagai muzaki mau menyerahkan zakatnya kepada amil zakat yang sudah ada, yakni Badan Amil Zakat daerah atau amil zakat lainnya. Continue reading ‘Hamid Abidin : Potensi dan Ironi Zakat’

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.